November 4, 2009
“Jogja panas”
“Puanase poll”
“Ki neraka po yo?”
“Panas gan . . .”
Kira-kira seperti itulah status facebook teman-teman saya akhir-akhir ini. Ada apakah gerangan? Yups memang akhir-akhir ini Jogja mengalami peningkatan suhu yang sangat berarti. Sampai-sampai tukang soto langganan saya pagi-pagi sudah berkata,”jan esuk-esuk kok wis sumuk ya mas” (artinya : waduh pagi-pagi kok sudah gerah ya mas). Tidak dipungkiri saya juga merasakannya, tidak pagi, siang, dan malam, hawa di Jogja semakin panas. Menurut berita yang saya kutip berikut :
“Telah terjadi kenaikan suhu udara di Kota Jogjakarta dari sebelumnya 33 derajat Celcius menjadi 34,7 derajat Celcius. Kenaikan yang cukup panas. Dan sebenarnya masyarakat merasakan kenaikan suhu yang cukup drastis tetapi tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Peralatan di BMG menyebutkan memang telah terjadi kenaikan suhu udara di Kota Jogja,” jelas Kasi data dan Informasi BMG Jogjakarta Tyar Prasetyo kemarin (Jawa Pos).
34,7 derajat celcius, dalam kisaran angka itulah suhu di Jogja sekitar satu sampai dua bulan ke depan. Seperti yang diungkapkan oleh artikel berikut :
Stasiun Geofisika memerkirakan kondisi ini akan kembali normal akhir Oktober seiring datangnya musim hujan. (Kompas)
Keadaan ini menunjukkan bahwa lingkungan kita sudah berubah drastis. Perubahan lingkungan ini lebih disebabkan oleh adanya aktivitas manusia yang berlebihan. Siapa yang tidak akan berpaling dari sepeda motor yang memiliki aksesibilitas tinggi dibandingkan naik bis atau naik sepeda, terutama dalam segi waktu dan biaya plus tenaga. Namun paling tidak panasnya Jogja merupakan sebuah early warning system agar kita lebih peduli terhadap lingkungan kita. Maka daripada itu, mulailah kita peduli terhadap lingkungan kita detik ini juga, dari hal yang kecil, dari diri sendiri, dan dengan hati yang ikhlas. Semoga dengan kita semakin peduli terhadap lingkungan, kita dapat hidup lebih nyaman.
Leave a Comment » |
Cerita | Tagged: Facebook, Panas, Yogyakarta |
Permalink
Posted by leobaskoro
November 3, 2009
Ini mungkin adalah tutorial yang paling mudah untuk dapat dilakukan semua orang. Namun tutorial yang saya berikan ini mungkin juga tidak semua orang tahu. Pernyataan ini atas dasar melihat kemampuan teman-teman saya dalam membuat legenda peta yang menurut saya kurang begitu inovatif (hehehe) dan hanya bertumpu pada karakter yang tersedia dalam program.
Oke kita mulai dari tahap persiapan agar teman-teman bisa melakukan tutorial ini dengan baik. Pertama di tutorial ini saya menggunakan program Arc GIS 9.2. Program ini menurut saya sangat easy to use terutama dalam layout peta. Perlu dipersiapkan juga adalah karakter yang akan dipakai. Biasanya karakter untuk legenda peta bernama depan ESRI, contohnya ESRI Carthography, tapi juga tidak menutup kemungkinan teman-teman untuk menambahkan karakter yang lain. Sebagai catatan bahwa legenda peta harus sesuai dengan kaidah kartografis yang sudah teman-teman pelajari di bangku kuliah. Setelah semuanya siap, kita mulai tutorial kali ini.
Seperti yang teman-teman ketahui bahwa legenda peta dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu titik, garis, dan area. Untuk tutorial penambahan karakter ini digunakan untuk legenda yang merepresentasikan kenampakan titik. Contohnya yang saya pakai kali ini adalah legenda untuk merepresentasikan kenampakan sekolah.

Salah satu contoh legenda peta yang inovatif (hehehe)
Tutorial ini sangat mudah sekali, teman-teman hanya tinggal mengklik dua kali simbol yang ingin direpresentasikan.

klik 2 kali pada kenampakan titik yang diinginkan
Selanjutnya akan muncul box seperti dibawah ini. Teman-teman masuk ke properties.

Pilih Properties
Ganti Type menjadi Character Marker Symbol, kemudian silahkan pilih karakter yang teman-teman akan gunakan. Jangan lupa atur juga ukuran dari karakter yang akan digunakan, jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar (sedengan maksudnya, hehehe)

Box Setting

pilih character marker symbol untuk type

Hurray, It's done
Kemudian setelah yakin teman-teman sudah menemukan pengaturan yang tepat untuk karakter teman-teman, silakan klik “ok”. Teman-teman akan kembali lagi pada box pertama, dan silahkan klik “ok” juga untuk box ini. Akhirnya “hurray” karakter legenda teman-teman sudah berubah. Selamat mencoba.
1 Comment |
General |
Permalink
Posted by leobaskoro
October 21, 2009

“Everyone has got a talent”
Kalimat itu yang mengakhiri film ini yang berarti, “semua orang punya bakat”. Nick Naylor adalah seorang pelobi ulung, pelobi yang bisa meyakinkan orang bahwa kata-katanya adalah sebuah pernyataan yang benar. Dia berkerja menjadi wakil direktur akademi kajian tembakau yang bertugas untuk menyampaikan riset mengenai efek tembakau. Akademi kajian tembakau merupakan sebuah organisasi yang didanai oleh konglomerat tembakau. Konglomerat yang tidak mau rugi akibat berukurangnya konsumen mereka, dan siapa lagi konsumen mereka kalau bukan perokok. Semua orang mengerti bahwa rokok merupakan racun yang menyebabkan kematian. Tapi mungkin tidak semua orang setuju dengan berkurangnya perokok di dunia ini. Tugas Nick Naylor lah yang bertanggung jawab untuk melobi para konsumen (perokok) atau para calon konsumen untuk tetap merokok, menyatakan bahwa rokok tidak seburuk yang dipikirkan, dan masih banyak hal lain yang bisa menyebabkan tingginya angka kematian.
Leave a Comment » |
Review |
Permalink
Posted by leobaskoro